KHUTBAH PERTAMA
أُوصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Jama’ah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sesungguhnya ketakwaan akan memperbaiki hati, lisan, dan perbuatan kita dalam kehidupan sehari-hari.
Pada khutbah kali ini, tema yang khatib sampaikan adalah:
“JANGAN SALING MENJATUHKAN ANTAR SESAMA MUSLIM”
1. Islam Memerintahkan Umatnya untuk Bersaudara
Agama kita dibangun di atas landasan persaudaraan dan saling mencintai karena Allah. Allah SWT berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.”
(QS. Al-Hujurat: 10)
Rasulullah SAW juga bersabda:
«الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ، وَلَا يَخْذُلُهُ، وَلَا يَكْذِبُهُ، وَلَا يَحْقِرُهُ»
“Muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Tidak menzhaliminya, tidak menghinanya, dan tidak merendahkannya.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menjelaskan dengan sangat jelas bahwa kehormatan seorang muslim sangat dijaga dalam Islam.
2. Mengapa Kita Tidak Boleh Menjatuhkan Sesama Muslim?
Jama’ah yang berbahagia,
Ada banyak perilaku yang termasuk menjatuhkan saudara kita sesama muslim, seperti:
-
mengghibah (menggunjing),
-
memfitnah,
-
mencela,
-
menyebar aib,
-
membuat perpecahan,
-
meremehkan atau merendahkan,
-
memanas-manasi satu pihak terhadap pihak lain.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ
“Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan gelaran-gelaran yang buruk.”
(QS. Al-Hujurat: 11)
Ayat ini melarang setiap bentuk perbuatan yang merusak kehormatan kaum muslimin.
3. Bahaya Fitnah, Ghibah, dan Adu Domba
Rasulullah SAW bersabda:
«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ»
“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.”
(HR. Muslim)
Begitu juga tentang ghibah, beliau bersabda:
“Ghibah adalah engkau menyebutkan sesuatu tentang saudaramu yang ia tidak suka.”
(HR. Muslim)
Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, karena merusak:
-
persaudaraan,
-
keluarga,
-
ketentraman desa,
-
bahkan kehormatan seseorang.
Sering kali, sebuah masalah kecil membesar hanya karena lisan yang tidak terjaga.
4. Keutamaan Mengangkat dan Menjaga Kehormatan Sesama Muslim
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa menutup aib seorang muslim, Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat.”
(HR. Muslim)
Dan dalam hadis lain:
“Barang siapa melepaskan satu kesulitan dari seorang mukmin, Allah akan melepaskan satu kesulitan darinya pada hari kiamat.”
(HR. Muslim)
Artinya, Islam bukan hanya melarang menjatuhkan, tetapi memerintahkan kita untuk mengangkat, membantu, melindungi, dan memuliakan saudara kita.
5. Solusi Menghindari Permusuhan Antar Sesama Muslim
Untuk menjaga ukhuwah, kita harus:
-
Menjaga lisan, karena lisan adalah sumber terbesar perpecahan.
-
Husnuzan (berbaik sangka) terhadap saudara kita.
-
Tidak tergesa-gesa menilai atau menyebarkan kabar sebelum tabayyun.
-
Meminta maaf dan memaafkan ketika terjadi salah paham.
-
Mendamaikan pihak yang berselisih, karena itu sangat besar pahalanya.
Penutup Khutbah Pertama
Jama’ah yang dirahmati Allah,
Marilah kita jadikan khutbah hari ini sebagai pengingat agar kita tidak menjadi penyebab perpecahan umat Islam. Jaga lisan, jaga hati, dan jaga kehormatan sesama muslim.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ.
Jama’ah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita memperkokoh ketakwaan dan menjaga persaudaraan di antara kita. Bangunlah hubungan yang dilandasi akhlak mulia dan kasih sayang, bukan permusuhan dan saling menjatuhkan.
Doa
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا إِخْوَانًا مُتَحَابِّيْنَ فِيْكَ، وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا.
اللّٰهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعْمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.
أَقِمِ الصَّلَاة.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar