0 Bulan
0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik
MENUJU BULAN SUCI RAMADHAN 1447 H

Operasional Kantor Desa

🕒 JAM OPERASIONAL KANTOR DESA

Hari Jam Masuk Istirahat Jam Pulang
Senin–Kamis 08:00 12:00–13:00 16:00
Jumat 08:00 11:00–13:30 16:00

Senin, 01 Desember 2025

Pemerintah Desa Kualalumpur Gelar Rembug Stunting 2025.

Kualalumpur, Paguyaman — Pemerintah Desa Kualalumpur menyelenggarakan kegiatan Rembug Stunting Tahun 2025 sebagai langkah strategis dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting di wilayah desa. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Pertemuan Desa Kualalumpur tersebut berlangsung dengan khidmat, dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, pendamping desa, dan berbagai komponen masyarakat.

Acara diawali dengan pengantar resmi dari Kepala Desa Kualalumpur, yang menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan salah satu prioritas utama pemerintah desa dalam rangka mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.

“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia masa depan. Desa tidak boleh tinggal diam. Melalui rembug ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh program intervensi berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Kepala Desa dalam sambutannya.

Beliau juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para undangan serta menekankan pentingnya komitmen bersama antara pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Kasie Pemberdayaan Sosial dan Desa (PSD) Kecamatan Paguyaman, yang hadir mewakili Camat Paguyaman. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan Camat Paguyaman tentang pentingnya koordinasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, pendamping desa, kader, serta masyarakat harus saling menguatkan. Pemerintah kecamatan terus mendorong sinergi agar angka stunting di Paguyaman dapat ditekan secara maksimal,” jelasnya.

Beliau juga mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Kualalumpur yang secara konsisten melaksanakan Rembug Stunting sebagai wujud keseriusan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat desa.

Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan materi oleh tim Puskesmas Paguyaman, yang memaparkan data terkini angka stunting, faktor risiko yang memicu kasus stunting, serta standar layanan kesehatan ibu–anak. Mereka menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan, dipadukan dengan edukasi gizi keluarga dan pola hidup bersih serta sehat.

.        Materi kedua disampaikan oleh Ibu Ratna Isa, Pendamping Desa Kecamatan Paguyaman, yang mengulas secara komprehensif peran pemerintah desa dan lembaga masyarakat dalam intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Dalam paparannya, ia menjelaskan alur perencanaan desa terkait integrasi program penanganan stunting dalam dokumen perencanaan seperti RKPDes dan APBDes. Ia juga menekankan pentingnya peran kader Posyandu, PPKBD/Sub, serta dasawisma dalam pemantauan tumbuh kembang anak

Acara tersebut turut dihadiri oleh BPD/Anggota, Perangkat Desa, Bidan Desa Kualalumpur, kader Posyandu, PPKBD/Sub PPKBD, para ketua dasawisma, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Para peserta aktif berdiskusi, menyampaikan kondisi lapangan, serta memberikan saran terkait peningkatan layanan gizi dan kesehatan balita di wilayah masing-masing.

Kehadiran unsur masyarakat yang cukup lengkap dinilai menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu stunting, sekaligus menjadi titik awal penting dalam membangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah desa dan warga.

Melalui forum Rembug Stunting ini, peserta berhasil merumuskan beberapa poin rekomendasi dan rencana tindak lanjut, di antaranya peningkatan edukasi gizi keluarga, optimalisasi kunjungan Posyandu, penanganan ibu hamil berisiko, serta penguatan layanan kesehatan berbasis keluarga.

Pemerintah Desa Kualalumpur menyampaikan harapan bahwa kegiatan ini dapat menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mewujudkan desa yang bebas stunting, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Semoga rembug ini menjadi pijakan nyata untuk membangun generasi Kualalumpur yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tutup Kepala Desa.

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No Hoax

⚠️ BIJAK BERMEDIA SOSIAL

Saring sebelum sharing.

Pastikan info Anda FAKTA & VALID .

Stop HOAX & ujaran kebencian.

Mengenai Saya