Bulan Mulia Penuh Sejarah dan Hikmah
Kualalumpur — Bulan
Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Rajab termasuk
dalam empat bulan suci (Asyhurul Hurum) yang memiliki keutamaan
tersendiri bagi umat Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk
memperbanyak amal ibadah, menjaga akhlak, serta mempersiapkan diri menyambut
bulan suci Ramadhan.
1. Rajab Termasuk Bulan Suci (Asyhurul Hurum)
Rajab adalah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan
ini, umat Islam dianjurkan menjauhi perbuatan zalim dan memperbanyak amal
kebaikan.
2. Peristiwa Isra’ Nabi Muhammad ﷺ
Mayoritas ulama sejarah menyebut peristiwa Isra’ terjadi pada bulan
Rajab, yaitu perjalanan Rasulullah ﷺ dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha
dalam satu malam.
3. Peristiwa Mi‘raj Rasulullah ﷺ
Dalam rangkaian Isra’, Rasulullah ﷺ dimi‘rajkan ke langit hingga
Sidratul Muntaha. Peristiwa ini menunjukkan kebesaran Allah SWT dan kemuliaan
Nabi Muhammad ﷺ.
4. Turunnya Perintah Shalat Lima Waktu
Shalat lima waktu diwajibkan pada peristiwa Mi‘raj. Ibadah ini menjadi
tiang agama dan kewajiban utama umat Islam.
5. Rajab Disebut sebagai Bulan Allah
Dalam tradisi ulama, Rajab dikenal sebagai Syahrullah, yang
dimaknai sebagai bulan taubat dan pembersihan diri.
6. Rajab sebagai Awal Persiapan Menuju Ramadhan
Rajab menjadi waktu awal untuk membangun kebiasaan ibadah sebelum
memasuki bulan Sya‘ban dan Ramadhan.
7. Penaklukan Baitul Maqdis
Pada bulan Rajab tahun 16 Hijriah, Khalifah Umar bin Khattab رضي الله عنه
memasuki Baitul Maqdis secara damai tanpa pertumpahan darah.
8. Kelahiran Sayyidina Ali bin Abi Thalib
Menurut sebagian riwayat, Sayyidina Ali bin Abi Thalib lahir pada bulan
Rajab. Beliau dikenal sebagai sahabat yang alim dan pemberani.
9. Rajab sebagai Bulan Muhasabah
Rajab menjadi momentum untuk introspeksi diri dan memperbaiki akhlak
serta hubungan sosial.
10. Momentum Memperbanyak Amal Ibadah
Bulan Rajab dianjurkan untuk diisi dengan istighfar, dzikir, shalat
sunnah, dan puasa sunnah tanpa mengkhususkan hari tertentu.
Bulan Rajab hendaknya tidak hanya dipahami
sebagai bulan bersejarah, tetapi juga sebagai bulan perbaikan diri.
Peristiwa Isra’ Mi‘raj mengajarkan bahwa kedekatan dengan Allah dimulai dari
shalat yang baik, bukan sekadar rutinitas, tetapi dengan kesadaran dan
keikhlasan.
Masyarakat diharapkan dapat menjadikan Rajab sebagai waktu untuk:
- Memperbaiki
shalat, baik dari segi
ketepatan waktu maupun kekhusyukan
- Menjaga
lisan dan sikap,
menghindari fitnah, pertengkaran, dan permusuhan
- Memperkuat
persaudaraan, menjaga
kerukunan antarwarga desa
- Memperbanyak
istighfar dan taubat,
sebelum memasuki bulan Ramadhan
Rajab adalah kesempatan Allah SWT untuk kembali kepada jalan yang benar.
Jangan biarkan bulan mulia ini berlalu tanpa perubahan sikap dan akhlak.
Pemerintah Desa mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan bulan
Rajab sebagai momentum peningkatan iman dan ketakwaan, serta persiapan
menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih dan niat yang lurus.
Doa yang dianjurkan:
“Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya‘bana wa ballighna Ramadhan.”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar