اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ
آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Ma’asyiral Muslimin
rahimakumullah,
Marilah kita panjatkan
puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena dengan limpahan rahmat-Nya kita
masih diberi kesempatan hidup, kesehatan, dan iman, sehingga pada hari ini kita
dapat melaksanakan ibadah Jumat dengan penuh kekhusyukan.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah hingga akhir zaman.
Jamaah Jumat yang
dimuliakan Allah,
Tidak lama lagi, bulan
suci Ramadhan akan mengetuk pintu kehidupan kita. Bulan yang kehadirannya
selalu dirindukan oleh orang-orang beriman. Bulan yang tidak pernah datang
kecuali membawa kebaikan yang besar, ampunan yang luas, dan pahala yang
berlipat ganda.
Allah SWT berfirman:
Ayat ini menegaskan
bahwa tujuan utama Ramadhan adalah membentuk ketakwaan. Maka Ramadhan
bukan hanya ibadah jasmani, tetapi proses penyucian ruhani dan pembentukan
karakter seorang muslim.
Namun, jamaah
sekalian,
Sering kali Ramadhan
datang dan pergi, tetapi tidak meninggalkan bekas perubahan dalam diri
kita. Kita rajin berpuasa, tetapi lisan masih mudah menyakiti. Kita rajin
tarawih, tetapi hati masih dipenuhi iri dan dengki. Kita membaca Al-Qur’an,
tetapi akhlak belum mencerminkan nilai-nilainya.
Inilah sebabnya,
Ramadhan harus disambut dengan persiapan, bukan sekadar menunggu.
Pertama:
Membersihkan Hati dengan Taubat yang Sungguh-Sungguh
Ramadhan adalah bulan
ampunan. Rasulullah ﷺ bersabda:
Maka sebelum Ramadhan
tiba, mari kita bertanya pada diri sendiri:
- Apakah masih ada dosa yang terus kita
ulangi?
- Apakah masih ada orang yang tersakiti oleh
ucapan dan sikap kita?
- Apakah shalat kita sudah benar dan
terjaga?
Taubat bukan sekadar
ucapan istighfar, tetapi penyesalan, meninggalkan dosa, dan bertekad
memperbaiki diri.
Kedua: Meluruskan
Niat dan Menata Tujuan Ramadhan
Ramadhan bukan tradisi
tahunan, bukan pula sekadar rutinitas. Ramadhan adalah kesempatan emas
yang mungkin saja terakhir dalam hidup kita.
Rasulullah ﷺ bersabda:
Karena itu, niatkan
Ramadhan untuk:
- mendekatkan diri kepada Allah,
- memperbaiki ibadah,
- memperhalus akhlak,
- serta memperkuat kepedulian sosial.
Ketiga: Menyiapkan
Amal Nyata Sejak Sekarang
Jamaah yang dirahmati
Allah,
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an,
bulan shalat malam, bulan sedekah, dan bulan kepedulian.
Jangan sampai Ramadhan datang sementara kita belum menyiapkan rencana amal apa
pun.
Biasakan sejak
sekarang:
- membaca Al-Qur’an walau satu halaman,
- menjaga shalat berjamaah,
- menahan lisan dari perkataan yang sia-sia,
- membantu sesama sesuai kemampuan.
Karena Ramadhan bukan
hanya tentang hubungan dengan Allah, tetapi juga hubungan dengan
manusia.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا،
وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا
كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Ma’asyiral Muslimin
rahimakumullah,
Marilah kita
tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya
dan menjauhi larangan-Nya, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Ramadhan adalah bulan
pendidikan. Di bulan inilah kita dilatih:
- bersabar saat lapar,
- jujur meski tidak diawasi,
- ikhlas meski tidak dipuji,
- peduli kepada fakir dan miskin.
Jika Ramadhan dijalani
dengan benar, maka ia akan melahirkan pribadi yang:
- lebih tenang,
- lebih santun,
- lebih peduli,
- dan lebih bertanggung jawab dalam
kehidupan bermasyarakat.
Sebagai warga desa dan
bagian dari masyarakat, mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum:
- mempererat persaudaraan,
- menjaga kerukunan,
- menghindari konflik dan permusuhan,
- serta menumbuhkan semangat saling
membantu.
Jangan sampai Ramadhan
justru menjadi bulan pertengkaran, kemalasan, dan pemborosan.
Akhirnya, marilah kita
berdoa kepada Allah SWT:
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا
وَلِوَالِدِيْنَا وَلِأَهْلِ قَرْيَتِنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ
اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ
يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar